Hukum

Sambut KTT D-8, Pemerintah Siapkan Media Center Berkapasitas 800 Jurnalis

×

Sambut KTT D-8, Pemerintah Siapkan Media Center Berkapasitas 800 Jurnalis

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, jejakhukum.id – Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mulai mematangkan persiapan infrastruktur komunikasi menjelang gelaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Developing Eight (D-8). Salah satu prioritas utama adalah penyediaan media center yang diproyeksikan mampu menampung ratusan jurnalis dari dalam dan luar negeri.

Plt Direktur Ekosistem Media Ditjen KPM Kemkomdigi, Farida Dewi Maharani, mengungkapkan bahwa fasilitas pusat media tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI. Gedung pusat informasi ini dirancang dengan kapasitas sekitar 800 orang untuk mendukung kelancaran peliputan agenda internasional tersebut.

“Registrasi rencananya dibuka awal Maret 2026. Rekan-rekan media bisa mendaftar untuk mendapatkan akses masuk ke media center,” ujar Farida dalam diskusi redaksi di Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Farida menjelaskan, media center ini tidak sekadar menjadi ruang kerja, melainkan pusat distribusi informasi yang komprehensif. Selain menyediakan siaran pers, foto resmi, dan cuplikan video kegiatan, pemerintah juga menyiapkan ruang dialog interaktif dan area khusus untuk wawancara eksklusif (one-on-one).

“Harapannya media center ini lebih aktif, dengan banyak dialog dan interaksi,” tambahnya.

Guna memastikan penyebaran informasi berjalan optimal, pemerintah akan meluncurkan situs resmi KTT D-8. Situs tersebut akan memuat agenda harian, substansi pembahasan, hingga materi pendukung yang disusun oleh tim agenda setting. Mekanisme joint editor juga akan diaktifkan untuk menjaga koordinasi arus informasi tetap satu pintu dan akurat.

Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kemlu, Tri Tharyat, menyambut positif keterlibatan Kemkomdigi dalam penyediaan fasilitas ini. Ia berharap pola penanganan media pada forum-forum besar sebelumnya, seperti G20, dapat menjadi rujukan utama.

“Saya yakin Kemkomdigi, Bakohumas, dan Direktorat Informasi dan Media Kemlu akan merumuskan langkah teknis yang lebih detail terkait penanganan media,” kata Tri.

Senada dengan hal tersebut, Plh Direktur Informasi dan Media Kemlu, Dewi Avilia, menegaskan bahwa strategi publikasi telah dirancang sejak dini. Fokus utama tim komunikasi adalah memastikan isu-isu yang diusung dalam KTT D-8 sudah menjadi bagian dari percakapan publik jauh sebelum acara puncak dimulai.

“Penting bagi kami untuk membanjiri ruang publik dengan informasi setiap hari. Target kami bukan hanya meramaikan ruang publik di dalam negeri, tetapi juga memastikan forum ini mendapatkan perhatian di level global,” pungkas Dewi.

Sumber : InfoPublik